
Radarpostindonesia-Konawe – Sebanyak 21 warga Desa Puundoho, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, berharap PT Utama Agrindo Mas dapat merealisasikan kesepakatan awal terkait kemitraan lahan plasma mandiri yang telah berlangsung sejak 2012–2013.
Untuk mendukung penyelesaian persoalan tersebut, warga meminta pendampingan dari Lembaga Advokat Bantuan Hukum Bulan Bintang (LABH BB) Gorontalo. Tim pendamping hadir setelah berkoordinasi dengan pengurus Partai Bulan Bintang (PBB) di Konawe guna memastikan langkah mediasi berjalan sesuai prosedur.
Tim LABH BB yang hadir antara lain Ketua DPW PBB sekaligus Ketua Pembina Ir. Achmad Bagulu, ST, IPM, Ketua LABH BB Orpa Febrina Huru, SH, Bendahara Maryam Maulina Hunowu, S.Si, serta Divisi Non Litigasi dan Penyuluhan Hukum Kompol Pur. Oscar O. Rembeth, SH.
Perwakilan warga, H. Alimuddin, menjelaskan bahwa lahan miliknya dan sejumlah warga lainnya telah dikelola dalam pola kemitraan perkebunan sawit berdasarkan kesepakatan kompensasi pembersihan lahan, pembagian hasil, serta rencana penerbitan sertifikat atas nama pemilik lahan setelah masa perjanjian berakhir.
Menurut warga, sejumlah poin dalam kesepakatan tersebut masih memerlukan tindak lanjut lebih lanjut, terutama terkait realisasi pembagian hasil dan kepastian administrasi lahan.
“Warga berharap perusahaan dapat menepati komitmen yang telah disepakati bersama demi keberlanjutan kemitraan yang adil,” ujar Beddu, salah satu warga peserta kemitraan.
Ketua Pembina LABH BB, Ir. Achmad Bagulu, menyampaikan bahwa kehadiran tim bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh kejelasan serta mendorong penyelesaian melalui jalur komunikasi yang konstruktif.
Tim juga telah berkoordinasi dengan Camat Besulutu serta pemerintah desa setempat, sebelum melakukan kunjungan ke pihak perusahaan.
Dari hasil komunikasi awal, perusahaan menyampaikan bahwa pembahasan lebih lanjut akan dilakukan melalui pertemuan resmi bersama pihak terkait.
Rencananya, pada Senin, 4 Mei 2026, akan digelar rapat bersama yang melibatkan perusahaan, pengurus koperasi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga pemilik lahan guna membahas tindak lanjut kesepakatan kemitraan tersebut.
Warga berharap forum tersebut dapat menghasilkan solusi terbaik bagi seluruh pihak serta memperkuat hubungan kemitraan yang berkelanjutan.
Laporan wartawan : Irfan
Tidak ada komentar