Dalam upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 114 Desa Tambu Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala Telah melaksanakan sosialisasi Anti-Bullying di SDN Balesang 1 dan SDN Balesang 9. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu pertama dan kedua pelaksanaan program KKN, yaitu tanggal 4 November dan 11 November 2025, kini menjadi salah satu program prioritas yang difokuskan pada penguatan karakter siswa di tingkat sekolah dasar.Sebelum kegiatan dimulai, tim KKN melakukan observasi dan pengumpulan data awal melalui wawancara dengan beberapa siswa.

Cegah Perundungan Sejak Dini, KKN 114 Desa Tambu Selenggarakan Sosialisasi Anti-Bullying Di SDN Balesang 1 Dan 9
Hasilnya cukup mengejutkan—mayoritas siswa belum mengetahui apa sebenarnya bullying itu. Beberapa siswa bahkan menyampaikan bahwa mereka sering mengejek, mendorong, mengucilkan, atau mengolok teman lain, namun mereka menganggap perilaku tersebut sebagai bagian dari permainan. Ketidaktahuan inilah yang menunjukkan pentingnya pendidikan anti-perundungan sejak usia dini.
Memahami kondisi tersebut, mahasiswa KKN 114 Desa Tambu merancang metode sosialisasi yang interaktif, komunikatif, dan sesuai dengan karakter anak-anak sekolah dasar. Materi disampaikan melalui cerita, simulasi peran, contoh kasus sederhana, hingga diskusi ringan yang membuat siswa aktif bertanya dan merespons. Pendekatan ini terbukti efektif—anak-anak mulai memahami bahwa bullying bukan sekadar candaan, tetapi tindakan yang dapat melukai hati, mengganggu kenyamanan belajar, bahkan merusak hubungan pertemanan.
Seiring berjalannya kegiatan, banyak siswa mulai menyadari bahwa beberapa perilaku yang selama ini mereka lakukan sesungguhnya masuk dalam kategori perundungan. Hal ini terlihat dari berbagai curhatan, pengakuan spontan, hingga bisikan-bisikan kecil dari beberapa siswa yang menyampaikan ketidaknyamanan mereka terhadap perlakuan teman sebaya. Momen tersebut menjadi ruang refleksi penting bagi siswa untuk memahami bahwa perilaku negatif, sekecil apa pun, dapat berdampak besar bagi orang lain. Tidak hanya siswa, para guru yang hadir juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Mereka menilai bahwa edukasi mengenai bullying perlu dilakukan secara berkelanjutan karena perilaku perundungan sering kali terjadi tanpa disadari, bahkan di ruang-ruang kelas yang terlihat tenang.
Bendahara KKN 114 Desa Tambu menyampaikan, : “Kami percaya bahwa pencegahan bullying harus dimulai dari pemahaman. Ketika anak-anak tahu apa itu bullying, mereka akan tahu mengapa perilaku itu harus dihentikan.” Sementara itu, Koordinator Desa KKN 114 menambahkan, : “Sosialisasi ini bukan hanya memberi pengetahuan, tetapi membuka mata anak-anak bahwa setiap tindakan kecil memiliki dampak. Kami ingin sekolah menjadi ruang aman bagi semua.”*
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan untuk melaporkan, menolak, dan menghindari tindakan perundungan. Siswa diajak untuk saling melindungi, saling menguatkan, dan berani berkata “STOP” ketika melihat perilaku yang tidak pantas. Nilai-nilai empati, toleransi, dan saling menghargai menjadi inti dari program ini.
Dengan terselenggaranya sosialisasi Anti-Bullying di dua sekolah tersebut, mahasiswa KKN 114 Desa Tambu berharap terciptanya budaya sekolah yang lebih inklusif dan harmonis. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga perilaku, memperhatikan perasaan teman, dan menciptakan ruang belajar yang aman bagi semua. Program ini menegaskan bahwa perubahan sosial tidak selalu harus dimulai dari hal besar melainkan dari pemahaman sederhana yang tumbuh di dalam diri setiap anak.Melalui edukasi dan pendampingan yang tepat, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berempati, dan siap menjadi agen perubahan bagi masa depan.(DWINURILMI)
Tidak ada komentar