Warga Bersyukur, Irigasi INPRES Tahap III Kembalikan Harapan Petani Silondou

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Feb 2026 06:05 3 administrator

RadarpostIndonesia,Tolitoli, 18 Februari 2026 – Suasana berbeda kini terasa di hamparan sawah Desa Silondou, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli. Lahan yang selama kurang lebih 15 tahun terbengkalai, perlahan kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Air yang dulu sulit dijangkau, kini mengalir teratur melalui jaringan irigasi semi teknis hasil program INPRES Tahap III Tahun Anggaran 2025.

Program rehabilitasi jaringan irigasi ini dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu dan dikerjakan oleh PT Nindya Karya sebagai pelaksana konstruksi. Pekerjaan tersebut difokuskan pada peningkatan efisiensi distribusi air sekaligus menghidupkan kembali lahan pertanian yang telah lama tidak produktif.

Bagi warga, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan jawaban atas penantian panjang. Sawah yang sebelumnya mengering dan ditumbuhi semak, kini mulai dibuka kembali. Beberapa petani bahkan sudah menyiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya.

Rasa syukur terpancar dari masyarakat yang selama ini menggantungkan harapan pada sektor pertanian. Mereka menyebut kehadiran jaringan irigasi tersebut sebagai “nafas baru” bagi ekonomi desa. Aktivitas pertanian yang sempat redup kini perlahan menggeliat, membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

Program ini dinilai menjadi bukti nyata kolaborasi lintas pemerintahan yang akhirnya dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa. Infrastruktur yang dibangun tak hanya memperlancar distribusi air, tetapi juga memicu optimisme baru tentang ketahanan pangan di tingkat lokal.

Meski demikian, warga menyadari bahwa keberhasilan jangka panjang tidak cukup hanya dengan tersedianya saluran irigasi. Penguatan kapasitas petani, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pengelolaan lahan yang berkelanjutan menjadi pekerjaan rumah berikutnya agar sawah yang telah “bangun” tidak kembali tertidur.

Target pengembangan drainase yang direncanakan menjangkau ribuan hektare pun menjadi harapan bersama. Masyarakat berharap dukungan lanjutan tetap mengalir, seiring semangat untuk menghidupkan kembali lahan-lahan produktif demi mendukung swasembada pangan.

Kini, di bawah langit Silondou, gemericik air yang mengalir di saluran irigasi tak hanya membawa kehidupan bagi tanaman, tetapi juga menumbuhkan kembali keyakinan bahwa desa mampu bangkit ketika pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.(Li)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA