Sekolah Daun” Hadir di Mantikole: Pengabdian Literasi Dasar Menjangkau Anak-anak di Wilayah Terpencil Sigi

waktu baca 2 menit
Selasa, 5 Mei 2026 18:47 4 administrator

Radarpostindonesia-Sigi, Sulawesi Tengah Komitmen terhadap pemerataan pendidikan kembali diwujudkan melalui program pengabdian bertajuk Sekolah Daun yang digelar Yayasan Rumah Literasi Ceria bersama Arutala Sigi di Desa Mantikole, Dusun Topesino, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, pada 2–3 Mei 2026.

Mengusung tema “Pemberdayaan Sekolah dalam Penguatan Literasi Dasar melalui Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Alam,” kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat akses pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah dengan keterbatasan fasilitas dan medan geografis yang menantang.


Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar delapan jam melewati kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini menggambarkan tantangan besar yang masih dihadapi sebagian masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan yang setara.


Selama dua hari pelaksanaan, para relawan dibagi ke dalam sejumlah kelompok pengajar untuk menjalankan berbagai program pendidikan dan sosial. Kegiatan diawali dengan perjalanan, pembukaan, serta briefing teknis pada hari pertama.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan diarahkan pada pembelajaran Calistung (membaca, menulis, berhitung), bakti sosial, sosialisasi pencegahan pernikahan dini, serta penyaluran bantuan alat tulis kepada anak-anak setempat.


Dalam pelaksanaannya, para relawan mendapati bahwa sarana pendidikan di wilayah tersebut masih memerlukan penguatan lebih lanjut. Meski demikian, antusiasme anak-anak dan dukungan masyarakat menjadi energi positif yang memperlihatkan besarnya harapan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah terpencil.


Program Sekolah Daun mengedepankan metode pembelajaran kontekstual berbasis alam, di mana lingkungan sekitar dimanfaatkan sebagai media edukasi yang interaktif dan menyenangkan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan dasar sekaligus membangun keberanian, rasa percaya diri, dan partisipasi aktif peserta didik.


Ketua pelaksana kegiatan menegaskan bahwa program ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pendidikan di wilayah terbatas akses.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami membuka ruang kolaborasi agar semakin banyak pihak dapat terlibat dalam mendukung anak-anak di wilayah seperti Mantikole,” ujarnya.


Kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama masyarakat sebagai simbol solidaritas dan harapan akan keberlanjutan gerakan serupa di masa mendatang.
Melalui Sekolah Daun, semangat pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam proses belajar mengajar, tetapi juga dalam upaya menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap anak, tanpa memandang lokasi geografis, berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Wartawan radarpostindonesia.site : DWI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA